• Kamis, 11 Agustus 2022

Sebut Sejumlah Grup dan Individu Muslim Berbahaya, Facebook Dikritik 

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:30 WIB
Facebook. (Foto: Pixabay.)
Facebook. (Foto: Pixabay.)

HARIAN MASSAFacebook kedapatan telah memberikan cap label 'berbahaya' pada 4.000 organisasi dan individu. Namun, cap tersebut dikritik karena mayoritas adalah kelompok Muslim atau yang memiliki latar belakang islam.

Kebijakan Individu dan Organisasi Berbahaya (DIO) Facebook, sebelumnya menyatakan bahwa platformnya bisa saja digunakan oleh kelompok-kelompok militan, sayap kanan dan organisasi ekstremis lainnya untuk mempromosikan ideologi mereka.
 
Seperti dikutip Harian Massa dari Middle East Eye, Kamis 14 Oktober 2021, Facebook memberlakukan larangan untuk organisasi dengan catatan aktivitas teroris atau kriminal kekerasan.
 
 
Bagian dari DIO melibatkan daftar lebih dari 4.000 orang dan kelompok, termasuk politisi, penulis, bank, badan amal, rumah sakit, musisi, dan bahkan tokoh sejarah yang telah meninggal.
 
Daftar yang diterbitkan oleh Intercept pada Rabu, 13 Oktober 2021 tersebut, dibagi antara kelompok dan individu. Kemudian Facebook akan memberikan berbagai jenis label, seperti "teror", "kejahatan", "kebencian", "gerakan sosial militer" dan "aktor non-negara yang kejam".
 
 
Daftar "teror" terdiri dari kelompok militan non-negara, seperti ISIS dan al-Qaeda, kemudian organisasi yang berafiliasi dengan negara, seperti Iran's Islamic Revolutionary Guards Corp (IRGC) dan Iran Tractor Manufacturing Company.
 
Ada juga sejumlah kelompok pembela Palestina, seperti Front Pembebasan Palestina, Hamas, dan Brigade Martir al-Aqsa, dan Dana Bantuan dan Pembangunan Palestina yang berbasis di Inggris.
 
 
Sebagai perbandingan, kelompok sayap kanan dan milisi anti-pemerintah Amerika ditempatkan dalam kategori "kebencian" dan "gerakan sosial militer".
 
Berbicara kepada Intercept, Faiza Patel, salah satu direktur program kebebasan dan keamanan nasional Brennan Center for Justice, mengatakan tampaknya ada standar ganda dalam pelabelan tersebut.
 
“Daftar tersebut tampaknya menciptakan dua sistem yang berbeda, dengan hukuman terberat diterapkan pada wilayah dan komunitas yang mayoritas Muslim,” kata Patel dikutip Harian Massa dari laman Middle East Eye. 
 

Editor: Don Oslo

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X