• Kamis, 18 Agustus 2022

Ekuador Coba Identifikasi 116 Napi yang Tewas Dalam Kerusuhan penjara

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 14:33 WIB
Ilustrasi.  (Foto: Pixabay.)
Ilustrasi. (Foto: Pixabay.)

HARIAN MASSA - Ekuador dilaporkan masih terus  berusaha mengidentifikasi sisa-sisa 116 narapidana yang tewas dalam kerusuhan di salah satu penjara terbesarnya awal pekan ini. Kerusuhan disebabkan geng-geng di penjara yang bersaing untuk mengendalikan rute perdagangan narkoba.

Kerusan ini disebut mejadi yang terparah dalam sejarah Ekuador, di mana 80 orang juga ikut terluka.

Puluhan kerabat narapidana di Penitenciaria del Litoral di Guayaquil, terlihat berkumpul di luar kamar mayat mencari informasi tentang kerabat mereka yang berada di penjara.

Baca Juga: 57 Pegawai Tinggalkan KPK, Novel Baswedan Curiga Ada Upaya Disingkirkan 

Penyelidik polisi yang bertugas di lokasi, meminta anggota keluarga untuk menunjukkan foto narapidana atau detail fisik keluarga seperti bekas luka atau tato untuk membantu polisi mengidentifikasi mayat.

Komandan polisi Tannya Varela mengatakan, jumlah korban bisa saja meningkat, karena petugas masih menyelidiki. Sebelumnya pada hari Kamis, polisi nasional mengirim 400 petugas untuk mendapatkan kembali kendali atas pusat penahanan. Sejumlah tentara bahkan dilaporkan juga datang untuk menjaga ketertiban.

Baca Juga: Selesaikan 4 Novel dalam Waktu 1 Bulan dengan HP, Nurul Aini Dapat Hadiah Laptop dari Erick Thohir

"Kami belum menyelesaikan intervensi di lembaga pemasyarakatan, jadi kemungkinan ada mayat lain di dalam, dan beberapa yang terluka bisa meninggal karena luka-lukanya," kata Varela, dikutip Harian Massa dari laman Channel News Asia, Jumat, 1 Oktober 2021.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Al Qur’an Menjadi Syafaat

Kekerasan itu terjadi setelah 79 dan 22 orang tewas dalam kerusuhan di penjara masing-masing pada Februari dan Juli. Pihak berwenang mengaitkan bentrokan sebelumnya dengan geng-geng lokal yang memiliki hubungan dengan kelompok kriminal transnasional yang berjuang untuk menguasai perdagangan narkoba Ekuador.

Halaman:

Editor: Don Oslo

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X