• Kamis, 11 Agustus 2022

Penyakit Zoonosis Peringatkan Manusia Tentang Pandemi Covid-19

- Rabu, 29 September 2021 | 07:45 WIB
Ilustrasi, penyakit zoonosis. Foto: Pixabay
Ilustrasi, penyakit zoonosis. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Peneliti menyebut pandemi dapat dicegah dengan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan biaya yang ekstrem. Salah satu rekomendasi utamanya berfokus pada pelestarian hutan, menangani perdagangan hewan dan konsumsi satwa liar.

Penyakit zoonosis telah ditemukan menyebar lebih mudah dari hewan liar, seringkali melalui hewan peliharaan atau hewan ternak, ketika manusia melakukan kontak lebih dekat dengan mereka. Itu bisa jadi akibat deforestasi, perubahan penggunaan lahan atau perburuan atau perdagangan spesies liar.

Baca Juga: Gunung Berapi di Spanyol Kembali Muntahkan Lava

Sementara penyelundupan satwa liar dilaporkan telah menurun drastis setelah pandemi ini, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) telah memperingatkan bahwa jaringan perdagangan manusia siap untuk pulih ketika perbatasan internasional dibuka, termasuk di Asia Tenggara.

Ahli lingkungan terkenal Dr Jane Goodall, pembicara utama di acara tersebut, memperingatkan bahwa umat manusia perlu segera mengkalibrasi ulang hubungan dengan alam.

“Kesehatan dan kesejahteraan kita terkait erat dengan kesehatan dan kesejahteraan lingkungan tempat kita tinggal,” katanya melansir Channel News Asia.

Pandemi COVID-19 disebabkan oleh perusakan tanpa henti kita terhadap alam dan eksploitasi hewan liar dan domestik. Pihaknya menciptakan kondisi yang memungkinkan patogen menyebar dari hewan ke manusia dengan relatif mudah.

Baca Juga: Akhir Bulan, Jepang Akan Cabut Keadaan Darurat Covid-19

“Para ilmuwan yang mempelajari penyakit zoonosis ini telah memperingatkan kita tentang pandemi seperti COVID-19 yang tak terhindarkan selama bertahun-tahun. Sayangnya, kami tidak mendengarkan, sekarang kami membayar harganya." jelas Jane Selasa (28/9/2021).

Para ahli sepakat bahwa dalam membendung penyakit dan mengembangkan serta meluncurkan vaksin tidak cukup untuk menanggapi masalah yang dapat terus berulang di masa depan.

Halaman:

Editor: Rabbani

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X