• Kamis, 11 Agustus 2022

Gunung Berapi di Spanyol Kembali Muntahkan Lava

- Selasa, 28 September 2021 | 10:45 WIB
Ilustrasi, gunung berapi. Foto: Pixabay
Ilustrasi, gunung berapi. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Gunung berapi di La Palma Spanyol kembali memuntahkan lava dan asap, pada Senin (27/9/2021). Lembaga vulkanologi Involcan Kepulauan Canary mengkonfirmasi letusan baru melalui Twitter sementara saksi Reuters melihat kolom asap putih naik dari kerucut setelah beberapa jam tenang.

Involcan dan National Geographic Institute telah mengatakan sebelumnya pada hari Senin bahwa ledakan dan getaran di sekitar gunung berapi Cumbre Vieja telah melambat. Tak berselang lama ketenangan itu tak terjadi lagi dan letusan berlanjut sesaat sebelum jam 11 pagi waktu setempat.

Baca Juga: Presiden Korea Selatan Pertimbangkan Larangan Konsumsi Daging Anjing

Pihak berwenang mengunci daerah pesisir San Borondon, Marina Alta dan Baja dan La Condesa di mana aliran lahar super panas diperkirakan akan menghantam Samudra Atlantik. Kemungkinan memicu awan gas beracun dan ledakan.

"Orang-orang harus mengikuti panduan pihak berwenang dan tetap berada di rumah mereka dengan pintu dan jendela tertutup," kata layanan darurat Kepulauan Canary di akun Twitter mereka.

Sementara maskapai penerbangan lokal Binter mengatakan akan melanjutkan penerbangan ke dan dari pulau-pulau pada Senin sore jika kondisinya tetap mendukung. Bandara dibuka kembali pada hari Minggu setelah penutupan singkat karena abu vulkanik dan semua penerbangan dibatalkan.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Targetkan Presiden Somalia Sebabkan 8 Orang Tewas

Setelah ventilasi baru dibuka pada hari Minggu, rekaman drone menunjukkan sungai lahar panas merah mengalir menuruni lereng kawah. Melewati rumah-rumah, dan petak tanah dan bangunan ditelan oleh massa hitam lava tua yang bergerak lebih lambat.

Untuk diketahui, sejak gunung berapi mulai meletus pada 19 September, aliran lahar hitam telah menelan lebih dari 230 hektar. Lahar menelan ratusan rumah serta jalan, sekolah, gereja dan perkebunan pisang dan memaksa ribuan orang mengungsi.

Tidak ada korban jiwa atau cedera serius yang dilaporkan, tetapi sekitar 15 persen tanaman pisang di pulau itu terancam habis.

Halaman:

Editor: Rabbani

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X