• Rabu, 10 Agustus 2022

Halangi China, Taiwan Akui Perlu Senjata Jarak Jauh

- Selasa, 28 September 2021 | 08:30 WIB
Ilustrasi, rudal jarak jauh. Foto: Pixabay
Ilustrasi, rudal jarak jauh. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Taiwan mengakui perlu memiliki senjata jarak jauh dan akurat untuk mencegah China yang dengan cepat mengembangkan sistemnya untuk menyerang pulau, Senin (27/9/2021).

Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng, mengatakan Taiwan bulan ini mengusulkan pengeluaran pertahanan tambahan hampir 9 miliar US Dollar selama lima tahun ke depan. Termasuk untuk rudal baru, karena memperingatkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan senjata dalam menghadapi ancaman dari China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya.

Baca Juga: Presiden Korea Selatan Pertimbangkan Larangan Konsumsi Daging Anjing

Berbicara di parlemen, Chiu mengatakan Taiwan harus bisa memberi tahu China bahwa mereka bisa membela diri. “Pengembangan peralatan harus jarak jauh, tepat, dan mobile, sehingga musuh dapat merasakan bahwa kita siap segera setelah mereka mengirimkan pasukannya,” katanya.

Dalam laporan tertulis kepada parlemen untuk menyertai penampilan Chiu, kementerian tersebut mengatakan bahwa rudal jarak menengah dan jarak jauh digunakan dalam latihan pencegatan di fasilitas uji kunci di pantai tenggara Taiwan. Chiu menolak memberikan perincian tentang seberapa jauh rudal Taiwan dapat mencapai, sesuatu yang selalu dirahasiakan oleh pemerintah.

Baca Juga: Kripto Dinyatakan Ilegal oleh China, Nilai Tukarnya Langsung Anjlok 6 Persen

Taiwan menawarkan penilaian yang luar biasa tajam tentang kemampuan China dalam laporan tahunannya tentang militer China, dengan mengatakan bahwa mereka dapat melumpuhkan pertahanan Taiwan dan dapat sepenuhnya memantau penyebarannya.

"Dalam hal ini kemampuan Komunis China meningkat pesat. Mereka dapat mengganggu sistem komando, kontrol, komunikasi dan intelijen kami, misalnya dengan stasiun radar tetap pasti diserang terlebih dahulu," katanya.

 

Taiwan telah mengeluh selama berbulan-bulan tentang aktivitas militer China yang berulang di dekatnya, terutama jet angkatan udara yang memasuki zona pertahanan udara Taiwan.

Halaman:

Editor: Rabbani

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X