• Kamis, 11 Agustus 2022

Ngeri! Taliban Tangkap dan Bunuh Penculik di Afghanistan, Jasadnya Digantung di Alun-alun Kota

- Minggu, 26 September 2021 | 19:00 WIB
Jasad pelaku penculikan yang digantung di alun-alun kota Herat.  (Foto. Twitter)
Jasad pelaku penculikan yang digantung di alun-alun kota Herat. (Foto. Twitter)

 

 
HARIAN MASSA - Taliban memajang empat mayat yang diduga merupakan tersangka penculikan di Herat Afghanistan. Salah satu mayat tersebut digantung menggunakan rantai derek di alun-alun kota. Taliban menyatakan, hal tersebut dilakukan untuk mengajarkan masyarakat dampak jika seseorang melakukan penculikan
 
Salah satu warga di sekitar alun-alun, Mohammad Nazir menceritakan, dia tengah berbelanja makanan di dekat alun-alun pada hari Sabtu 25 Sepetember 2021 kemarin, ketika dia mendengar pengumuman pengeras suara dari Taliban yang meminta perhatian orang-orang.
 
"Ketika saya melangkah maju, saya melihat mereka membawa mayat di truk pick-up, kemudian mereka menggantungnya di derek," kata Nazir dikutip Harian Massa dari laman Aljazeera, Minggu 26 September 2021.
 
 
Otoritas Taliban dilaporkan awalnya membawa empat mayat ke alun-alun pusat di kota barat Herat, kemudian memindahkan tiga dari mereka ke bagian lain kota untuk dipamerkan kepada publik. 
 
Taliban menyatakan bahwa keempatnya tertangkap dalam upaya penculikan pada Sabtu pagi dan dibunuh oleh polisi.
 
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan kerumunan orang berkumpul di sekitar derek dan melihat ke arah mayat yang digantung tersebut. 
 
“Tujuan dari tindakan ini adalah untuk memperingatkan semua penjahat bahwa mereka tidak aman,” kata seorang komandan Taliban yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut. 
 
 
Ziaulhaq Jalali, seorang kepala polisi distrik yang ditunjuk Taliban di Herat, mengatakan anggota Taliban menyelamatkan seorang ayah dan anak yang telah diculik oleh empat penculik setelah baku tembak.
 
Dia mengatakan, seorang pejuang Taliban dan seorang warga sipil terluka oleh para penculik, dan bahwa para penculik tewas dalam baku tembak.
 
Untuk diketahui, sejak Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus, warga Afghanistan dan masyarakat dunia telah telah khawatir terkait kemungkinan Taliban kembali menerapkan aturan keras yang pernah mereka terapkan pada di akhir 1990-an. Seperti rajam di depan umum dan amputasi anggota badan terhadap tersangka penjahat. 

Editor: Don Oslo

Sumber: aljazeera

Tags

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X