• Selasa, 9 Agustus 2022

Korea Utara Sebut Ajakan Damai dari Seoul Terlalu Dini

- Jumat, 24 September 2021 | 14:25 WIB
Pyongyang, Korea Utara.  (Foto: pixabay.)
Pyongyang, Korea Utara. (Foto: pixabay.)

HARIAN MASSA - Seruan Korea Selatan (Korsel) untuk mendeklarasikan berakhirnya secara resmi Perang Korea, dianggap Korea Utara (Korut) masih terlalu dini. Sebab, Korut menilai tidak ada jaminan bahwa deklarasi itu akan mengarah pada penarikan kebijakan bermusuhan Amerika Serikat terhadap Pyongyang. 

Vice Menteri Luar Negeri Korut, Ri Thae Song menyatakan, meskipun penghentian perang dinyatakan ratusan kali, tidak akan ada yang berubah bila kebijakan permusuhan AS dengan Korut tidak dihentikan. 
 
"Penarikan AS dari standar ganda dan kebijakan bermusuhan adalah prioritas utama dalam menstabilkan situasi semenanjung Korea dan memastikan perdamaian di atasnya." ujar Ri, dikutip Harian Massa dari laman Channel News Asia, pada Jumat, 24 September 2021.
 
 
Untuk diketahui, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Selasa mengulangi seruan untuk mengakhiri Perang Korea secara resmi dalam pidatonya di Majelis Umum PBB dan mengusulkan agar kedua Korea dengan Amerika Serikat, atau antara Amerika Serikat dan China, membuat perjanjian semacam.
 
Kedua Korea secara teknis masih berperang setelah konflik mereka tahun 1950 hingga 1953 berakhir dengan gencatan senjata daripada perjanjian damai.
 
 
Pada hari Selasa, Presiden AS Joe Biden berpidato di hadapan majelis PBB dan mengatakan Amerika Serikat menginginkan diplomasi berkelanjutan untuk menyelesaikan krisis seputar program nuklir dan rudal balistik Korea Utara.
 
Korea Utara telah menolak tawaran AS untuk terlibat dalam dialog dan kepala pengawas atom PBB mengatakan minggu ini bahwa program nuklir Pyongyang akan berjalan penuh.
 
Uji coba rudal balistik Korea Utara dan Korea Selatan pekan lalu, tembakan terakhir dalam perlombaan senjata di mana kedua negara telah mengembangkan senjata yang semakin canggih di tengah upaya pembicaraan untuk meredakan ketegangan di kedua negara. 

Editor: Don Oslo

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X