• Rabu, 10 Agustus 2022

Anak-Anak Sekolah di Selandia Baru Temukan Fosil Penguin Raksasa

- Sabtu, 18 September 2021 | 13:55 WIB
Ilustrasi, penguin. Foto: Pixabay
Ilustrasi, penguin. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Sisa-sisa fosil dari penguin raksasa berkaki panjang yang tidak biasa, pertama kali ditemukan oleh anak-anak sekolah di Selandia Baru. Sebelumnya, peneliti menyebutkan bahwa spesies Penguin ini tidak diketahui keberadaannya.

Pada tahun 2006, sekelompok anak sekolah, yang mengambil bagian dalam perjalanan berburu fosil yang terorganisir, menemukan sekumpulan fosil tulang penguin raksasa di Pelabuhan Kawhia, di wilayah Waikato di Pulau Utara Selandia Baru. Fosil-fosil itu ditemukan dari batu pasir segera setelah itu dan disumbangkan ke Museum Waikato pada tahun 2017.

Baca Juga: NASA Pecahkan Misteri Kawah di Mars

Analisis baru tulang, menggunakan pemindaian 3D, memungkinkan tim peneliti, dari Massey University di Selandia Baru dan Bruce Museum di Connecticut, untuk menghasilkan replika kerangka yang dicetak 3D. Mereka menemukan penguin itu bisa berdiri setinggi sekitar 1,4 meter. Sebagai perbandingan, spesies penguin tertinggi yang hidup saat ini, tingginya 1,2 meter.

Melansir The Independent Sabtu (18/9/2021), Dr Daniel Thomas, dosen senior Zoologi dari Massey's School of Natural and Computational Sciences, mengatakan fosil itu berusia antara 27,3 dan 34,6 juta tahun. Mereka berasal dari masa ketika sebagian besar Waikato berada di bawah air.

Baca Juga: Cegah Bencana Iklim, Sekjen PBB Desak Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

“Penguin ini mirip dengan penguin raksasa kairuku yang pertama kali dijelaskan di Otago tetapi memiliki kaki yang lebih panjang, yang oleh para peneliti digunakan untuk menamai penguin waewaeroa – Te reo Māori untuk “kaki panjang”, kata Dr Thomas.

Ia melanjutkan bahwa kaki yang lebih panjang ini akan membuat penguin jauh lebih tinggi daripada kairuku lainnya saat berjalan di darat. Mungkin sekitar 1,4 meter, dan mungkin memengaruhi seberapa cepat ia bisa berenang atau seberapa dalam ia bisa menyelam.

“Merupakan hak istimewa yang nyata untuk berkontribusi pada kisah penguin yang luar biasa ini. Kami tahu betapa pentingnya fosil ini bagi banyak orang," jelasnya.

Editor: Rabbani

Sumber: The Independent

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X