• Kamis, 11 Agustus 2022

NASA Pecahkan Misteri Kawah di Mars

- Sabtu, 18 September 2021 | 10:32 WIB
Ilustrasi, planet Mars. Foto: Pixabay
Ilustrasi, planet Mars. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - NASA menyebutkan planet Mars diperkirakan telah mengalami ribuan kali letusan super dari gunung berapi purba raksasa. Para ilmuwan sebelumnya berpikir bahwa jumlah kawah besar di permukaan Mars disebabkan oleh asteroid, tetapi dampaknya tidak bulat sempurna.

Sebuah wilayah di utara Planet Merah, yang disebut Arabia Terra, adalah sumber dari beberapa ledakan vulkanik paling dahsyat yang pernah ditemukan. Letusan ini memuntahkan uap air, karbon dioksida, dan sulfur dioksida ke udara selama periode 500 juta tahun, kira-kira empat miliar tahun yang lalu.

Baca Juga: 90 Hari Jalani Misi di Luar Angkasa, Astronot China Akhirnya Kembali ke Bumi

Para peneliti menemukan bukti abu, yang lebih mudah ditemukan daripada gunung berapi itu sendiri. Peneliti juga menemukan banyak mineral yang terkait dengan aktivitas gunung berapi yang berubah. Dengan begitu, penemuan ini akan membantu para ilmuwan memahami bagaimana planet dan bulan terbentuk, karena proses serupa mungkin terjadi di wilayah Venus, Jupiter dan Bumi.

Para ilmuwan kini mencari abu di dinding kawah dari tempat mereka percaya gunung berapi berasal. Karena angin Mars, mereka menemukan mineral vulkanik berubah menjadi tanah liat oleh air seperti montmorillonite, imogolite, dan allophane.

Baca Juga: Ingin Dikawinkan, Seekor Badak Tenggelam di Kebun Binatang Belanda

Namun, beberapa pertanyaan masih belum terjawab: bagaimana mungkin Mars hanya memiliki jenis gunung berapi di wilayah itu? Di Bumi, gunung berapi yang mampu melakukan erupsi super seperti yang diyakini para ilmuwan terjadi di Mars.

“Orang-orang akan membaca koran kami dan berkata, ‘Bagaimana? Bagaimana Mars bisa melakukan itu? Bagaimana planet sekecil itu bisa melelehkan batu yang cukup untuk menggerakkan ribuan letusan super di satu lokasi?,” kata Jacob Richardson, ahli geologi di NASA seperti dilansir The Independent, Sabtu (18/9/2021).

Untuk diketahui, setiap letusan akan berdampak besar pada iklim Mars, seperti membuat atmosfer lebih tebal atau menghalangi sinar matahari dan membuat planet lebih dingin.

Editor: Rabbani

Sumber: The Independent

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X