• Kamis, 18 Agustus 2022

Ilmuwan Ungkap Rupa Carnotaurus

- Jumat, 17 September 2021 | 11:30 WIB
Ilustrasi, Ilmuwan temukan rupa asli Carnotaurus. Foto: Pixabay
Ilustrasi, Ilmuwan temukan rupa asli Carnotaurus. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Para ilmuwan telah menganalisis kulit salah satu dinosaurus karnivora paling aneh yang pernah ditemukan dengan pola yang belum pernah ada sebelumnya. Kulit bersisik dinosaurus ini terdiri dari pola sisik dan kancing yang berbeda.

Para peneliti mengatakan bahwa spesimen tersebut, awalnya ditemukan pada tahun 1984 di Provinsi Chubut, Patagonia, Argentina. Menurut para peneliti, kulit bersisik dari dinosaurus karnivora Carnotaurus sastrei ini adalah yang paling terawetkan dari semua theropoda atau sekelompok dinosaurus bertulang berongga, berkaki dua.

Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Unidad Ejecutora Lillo di Argentina dan University of New England di Australia dan dipublikasikan dalam jurnal Cretaceous Research. Para ilmuwan menjelaskan secara rinci, untuk pertama kalinya, tekstur kulit yang diawetkan di bahu, dada, ekor dan, mungkin, daerah leher kerangka fosil.

“Dengan melihat kulit dari daerah bahu, perut dan ekor, kami menemukan bahwa kulit dinosaurus ini lebih beragam dari yang diperkirakan sebelumnya, terdiri dari kancing kerucut besar dan tersebar secara acak dikelilingi oleh jaringan kecil memanjang, berbentuk berlian atau skala subcircular,” kata Christophe Hendrickx dari Unidad Ejecutora Lillo, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir The Independent, Kamis (16/9/2021).

Kancing besar dan sisik kecil Carnotaurus, kata para ilmuwan, mirip dengan yang terlihat pada kadal setan berduri yang ditemukan di Outback Australia. "Mereka juga menunjukkan sedikit perbedaan morfologi di sepanjang tubuh, meskipun apeks mereka diposisikan secara berbeda di bagian tubuh yang berbeda," katanya.

Temuan ini, menurut para peneliti, membantu memberikan perubahan pada Carnotaurus, yang diterjemahkan sebagai banteng karnivora mengacu pada tengkoraknya yang aneh dengan tanduk besar.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa kulit kompleks mungkin telah memainkan peran penting dalam mengatur suhu tubuh peran yang juga dimainkan kulit pada mamalia dan reptil modern.

Editor: Rabbani

Sumber: The Independent

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X