• Kamis, 11 Agustus 2022

Pengungsi Afghanistan Mengaku Diperlakukan Seperti Tahanan di Inggris

- Rabu, 15 September 2021 | 14:24 WIB
Ilistrasi penjara. (Foto: pixabay.)
Ilistrasi penjara. (Foto: pixabay.)

HARIAN MASSA - Sejumlah warga Afghanistan yang dievakuasi ke Inggris mengaku diperlakukan seperti tahanan di Inggris. Mereka mengaku dibiarkan terperangkap dalam kondisi karantina lebih lama dari waktu yang dijanjikan. 

Dilansir Harian Massa dari laman The Guardian, para pengungsi yang berasal dari Afghanistan diharuskan melakukan karantina selama 10 hari, karena Afghanistan termasuk zona merah Covid-19. 
 
Namun, banyak pengungsi yang mengaku telah ditahan di kamar hotel selama 20 hari, yang memicu kekhawatiran tentang hak asasi manusia dan kesejahteraan mereka.
 
 
Hasib Nooralam, mantan direktur di kantor jaksa agung di Afghanistan, mengatakan telah terjebak di hotel Park Plaza dekat Waterloo di London selama 20 hari.
 
“Kami adalah tahanan di dalam sini, tetapi bahkan tahanan diizinkan keluar selama satu atau dua jam sehari. Dalam 24 jam, kami hanya diperbolehkan keluar selama 15 menit. Ada banyak anak-anak di dalam hotel ini juga. Orang-orang muak dan menangis," terang Hasib Nooralam, seperti dikutip Harian Massa, Rabu 15 September 2021.
 
 
Nooralam mengatakan, tidak ada informasi dari Home Office yang diberikan, dan ketika dia bertanya kepada hotel apakah dia diizinkan untuk berbelanja atau berjalan-jalan, dia diberitahu bahwa itu tidak diizinkan.
 
 “Tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi. Mungkin mereka akan menahan kita di sini selama sebulan, mungkin dua bulan, siapa tahu?," ujarnya.
 
 
Pengungsi kedua dari Afghanistan terjebak di hotel selama 20 hari, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan banyak yang berada di titik puncak kekhawatiran. 
 
“Kami bahkan tidak bisa membuka jendela untuk mencari udara segar. Ada anak-anak, banyak orang yang tidak bisa berbahasa Inggris, mereka tidak bisa mengeluh. Tidak ada yang mendengar suara mereka," tulis dalam situs itu.

Editor: Don Oslo

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X