• Kamis, 11 Agustus 2022

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Ilmuan Latih Sapi untuk Buang Air di Toilet

- Selasa, 14 September 2021 | 18:05 WIB
Sapi. (Foto: pixabay.)
Sapi. (Foto: pixabay.)

HARIAN MASSA - Tim peneliti Selandia Baru (New Zealand) dan Jerman menyatakan bahwa mereka telah berhasil melatih sapi untuk buang air kecil di area toilet. Hal ini merupakan bagian dari program yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari air seni sapi.

Dilansir Harian Massa dari laman Channel News Asia, tim peneliti meyakini bahwa temuan mereka memiliki manfaat nyata untuk iklim dalam jangka panjang.
 
"Jika kita bisa mengumpulkan 10 atau 20 persen air seni sapi, itu akan cukup untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pencucian nitrat secara signifikan," kata salah satu peneliti, Douglas Elliffe dari Universitas Auckland seperti dikutip Harian Massa, Selasa 14 September 2021.
 
 
Elliffe mengatakan, nitrogen dalam urin sapi terurai menjadi dua zat bermasalah dari waktu ke waktu, yakni nitrous oxide, gas rumah kaca yang kuat, dan nitrat, yang terkumpul di tanah kemudian larut ke sungai.
 
Berdasarkan data, nitrous oxide menyumbang sekitar lima persen dari emisi gas rumah kaca global. 
 
 
Peneliti Lindsay Matthews mengatakan bahwa ide pelatihan toilet sapi ini pertama kali muncul ketika seorang pembawa acara radio mewawancarainya pada tahun 2007 dan membuat lelucon tentang masalah tersebut.
 
"Reaksi orang-orang adalah ilmuwan gila tetapi sebenarnya ada hal penting di sana," katanya.
 
 
Bekerja dengan rekan-rekan di Jerman, para ilmuwan menggunakan hadiah makanan untuk melatih 16 anak sapi untuk buang air kecil di suatu jamban. Para peneliti menyebut hasilnya mirip dengan melatih seorang anak berusia tiga tahun.
 
Elliffe mengatakan penelitian yang diterbitkan minggu ini di jurnal Current Biology ini, memberikan bukti konsep bahwa pelatihan toilet sapi adalah mungkin.
 
 
Dia mengatakan tantangannya adalah meningkatkan konsep untuk melatih kawanan besar dan mengadaptasinya untuk sapi di lingkungan seperti Selandia Baru, di mana hewan ini hidup di luar ruangan daripada menghabiskan sebagian besar waktunya di lumbung ternak. 
 
Pertanian menciptakan sekitar setengah dari emisi rumah kaca Selandia Baru, sebagian besar dalam bentuk metana dan dinitrogen oksida.
 
Luar biasa untuk negara maju, ekonomi Selandia Baru yang bergantung pada pertanian berarti metana menyumbang sekitar 43,5 persen dari emisi negara itu, hampir sama dengan jumlah karbon dioksida yang dihasilkan oleh sumber-sumber seperti bahan bakar fosil.

Editor: Don Oslo

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X