• Rabu, 10 Agustus 2022

Terapi Oksigen Dapat Memperlambat Penyakit Alzheimer

- Minggu, 12 September 2021 | 07:48 WIB
Ilustrasi, seorang wanita tua yang menderita penyakit Alzheimer. Foto: Pixabay
Ilustrasi, seorang wanita tua yang menderita penyakit Alzheimer. Foto: Pixabay

HARIAN MASSA - Studi menemukan terapi oksigen dapat menghambat perkembangan penyakit Alzheimer. Terapi ini telah diuji cobakan kepada enam orang berusia 60 tahun keatas. Hasilnya aliran darah ke otak meningkat rata-rata 20 persen.

Setelah 60 sesi terapi oksigen hiperbarik selama 90 hari, peneliti di Universitas Tel Aviv melaporkan hasil tes memori menunjukkan peningkatan rata-rata 16,5 persen.

Baca Juga: Terungkap! Perusahaan Google Gaji Ribuan Karyawannya Dibawah Standar

Dalam percobaan lain, peneliti mengamati 15 tikus yang dimodifikasi secara genetik dengan meniru degenerasi yang disebabkan oleh Alzheimer. Para peneliti melaporkan bahwa terapi oksigen mencegah pembentukan plak amiloid di otak, serta menghilangkan beberapa endapan plak amiloid yang ada. Amiloid dianggap dengan kondisi degeneratif parah seperti Alzheimer.

“Saya tidak berpikir ini dapat 'menyembuhkan' Alzheimer pada manusia, tetapi mungkin dapat secara signifikan memperlambat perkembangan dan keparahannya. Studi lebih lanjut diperlukan, tetapi orang-orang mungkin bisa mulai mendapat manfaat dari ini hanya dalam beberapa tahun," kata Prof Uri Ashery melansir The Independent, Minggu (12/9/2021).

Baca Juga: Bulan Oktober, Sydney Rencana Akhiri Lockdown

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Aging, menyimpulkan bahwa terapi oksigen hiperbarik, dari HBOT meningkatkan fungsi otak dan kognisi pada manusia. Namun terapi belum diuji pada pasien dengan penyakit Alzheimer. Karena membutuhkan percobaan yang masih perlu dilakukan berkali-kali.

“Agar bermanfaat, perawatan harus dilanjutkan tanpa batas waktu, jadi setiap pasien harus sangat termotivasi. Jika kita mempertimbangkan bahwa jumlah orang dengan demensia di Inggris mendekati satu juta, sulit untuk melihat bagaimana oksigen hiperbarik dapat tersedia dalam skala ini," kata Tom Dening, profesor Riset Demensia di Universitas Nottingham.

Editor: Rabbani

Sumber: The Independent

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X