• Kamis, 11 Agustus 2022

Lawan Balik Militer Junta, Belasan Pemberontak di Myanmar Tewas

- Sabtu, 11 September 2021 | 21:42 WIB
Ilustrasi Militer dari Junta.  (Foto: pixabay.)
Ilustrasi Militer dari Junta. (Foto: pixabay.)

 

 
HARIAN MASSA - Belasan anggota kelompok bersenjata yang mencoba melawan militer Junta Myanmar, dilaporkan tewas pada Sabtu 11 Septemver 2011. Mereka mencoba menentang militer, yang merebut kekuasaan Myanmar dalam kudeta Februari lalu. 
 
Pemerintah paralel Myanmar yang dibentuk oleh politisi pro-demokrasi, sebelumnya telah mengumumkan perang defensif melawan militer junta. Mereka juga menyerukan kelompok-kelompok bersenjata sipil untuk menargetkan militer dan asetnya. 
 
Duwa Lashi La, Penjabat Presiden Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), mengatakan bahwa Selasa lalu, ditandai sebagai awal dari pemberontakan nasional. Lashi La juga memperingatkan agar warga sipil mengurangi perjalanan yang tidak perlu, agar terhindar dalam aksi pemberontakan yang berbahaya. 
 
 
Kelompok-kelompok pemberontakan dilaporkan melakukan serangan dengan gaya gerilya terhadap sasaran militer. Mereka juga disebut memiliki sumber daya dan kemampuan yang berbeda-beda. Dalam beberapa kasus mereka didukung oleh organisasi etnis bersenjata, yang telah berpengalaman berperang melawan tentara selama beberapa dekade. 
 
Kelompok-kelompok tersebut, didesak Lashi La untuk segera menargetkan pemimpin junta, Min Aung Hlaing, dan dewan militer dengan cara yang berbeda, dan untuk mempertahankan kendali atas wilayah mereka.
 
 
Duwa Lashi La juga mengatakan, kepada para tentara, polisi dan pegawai negeri harus mengundurkan diri dari jabatan mereka dan bergabung dengan pemberontakan.
 
"Mulai hari ini dan seterusnya, semua PNS di bawah dewan militer, kami memperingatkan dan melarang Anda pergi ke kantor,” kata Duwa Lashi dikutip Harian Massa dari The Guardian, Sabtu 11 September 2011.
 
Pernyataan itu muncul menjelang pembukaan sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan berlangsung minggu depan di New York, di mana diharapkan akan diambil keputusan tentang siapa yang harus mewakili Myanmar, antara anggota junta atau perwakilan NUG. 

Editor: Don Oslo

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Australia Waspada Banjir

Sabtu, 13 November 2021 | 13:25 WIB

Nasa Potret Hutan Gundul Papua

Sabtu, 13 November 2021 | 12:45 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Ditemukan di Greenland

Kamis, 11 November 2021 | 12:45 WIB

Australia Bakar Tiga Kapal Indonesia

Selasa, 9 November 2021 | 13:24 WIB

5 Negara Termuda di Dunia

Selasa, 9 November 2021 | 12:45 WIB

Pekerja Kokain di Kolombia Pamer Video di Tiktok

Selasa, 9 November 2021 | 10:55 WIB

Ledakan Besar Matahari Buat Aurora Semakin Bercahaya

Kamis, 4 November 2021 | 11:45 WIB

NASA Tunda Peluncuran SpaceX

Kamis, 4 November 2021 | 10:27 WIB
X