Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia yang Namanya Dihapus dalam Pelajaran Sejarah (1)

- Kamis, 10 November 2022 | 20:09 WIB
Tan Malaka. Foto: Istimewa
Tan Malaka. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Tan Malaka dan Alimin merupakan pahlawan nasional yang digelapkan semasa Orde Baru. Meski gelar pahlawan nasional keduanya tidak pernah dicabut, tetapi nama mereka dihapus dalam pelajaran sekolah.

Untuk mengenalkan kembali kedua pahlawan Indonesia ini, pertama-tama akan dibahas secara singkat sosok Tan Malaka yang melegenda. Seperti apa? Berikut ulasan Harian Massa diperingatan Hari Pahlawan 2022 ini.

Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka atau yang lebih dikenal dengan nama Tan Malaka, lahir di Pandan Gadang, sebuah desa kecil yang berada tidak jauh dari Suliki, Minangkabau (Sumatera Barat), pada 1894.

Baca juga: Bromartani Surat Kabar Pertama Berbahasa Jawa Terbit di Surakarta 1885

Pendidikannya ditempuh di sekolah rendah. Karena kepandaiannya, dia lulus ujian masuk sekolah guru pribumi, di Bukittinggi. Dia lalu meneruskan pendidikannya di Harleem, Belanda, dari 1913 sampai dengan 1915.

Di Belanda, dia dua kali gagal mendapatkan ijazah guru kepala. Saat Perang Dunia I meletus, Tan Malaka tidak bisa kembali pulang ke Indonesia. Selama itu, dia aktif dalam organisasi pelajar dan mahasiswa Indonesia, di Belanda.

Sejak itu, Tan Malaka sudah bersimpati pada sosialisme dan komunisme. Sekembalinya ke Indonesia, Tan Malaka bekerja sebagai guru untuk anak-anak buruh di perkebunan Maskapai Senembah, pada 1920.

Baca juga: Tirto Adhi Soerjo dan Sejarah Awal Pers Pribumi di Hindia Belanda (1)

Setelah terlibat dalam pemogokan buruh perkebunan Belanda, Tan Malaka mengundurkan diri dan berangkat ke Jawa, pada 1921. Dia lalu tinggal di Semarang, pusat kegiatan Partai Komunis Indonesia (PKI) saat itu.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Ken Dedes dan Akhir Riwayat Tunggul Ametung

Senin, 23 Januari 2023 | 14:58 WIB

Ken Arok, Titisan Dewa Wisnu yang Menjadi Perampok

Jumat, 20 Januari 2023 | 11:23 WIB

5 Kekejaman Amangkurat I, Nomor 3 Paling Brutal

Senin, 21 November 2022 | 06:30 WIB
X