Filep Karma, Pejuang Kemerdekaan Papua yang Memilih Jalan Damai

- Rabu, 2 November 2022 | 08:00 WIB
Filep Karma. Foto: Istimewa
Filep Karma. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Filep Karma, bagi orang Papua adalah orang suci yang siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Papua, dengan jalan damai seperti Mahatma Gandhi, Martin Luther King, dan Nelson Mandela.

Dikutip dari bukunya, Seakan Kitorang Setengah Binatang, Filep Karma berasal dari keluarga terpandang di Papua. Kampungnya berada di utara Pulau Biak. Ayahnya, Andreas Karma merupakan Wakil Bupati Jayapura 1968-1971.

Andreas Karma juga pernah menjabat sebagai Bupati Wamena 1970 dan Serui 1980. Filep Karma yang lahir pada 1959, besar di Papua. Dia menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Papua.

Baca juga: Kisah Hoegeng Tidak Mempan Dirayu Pengusaha Cantik hingga Diajak Tidur Seranjang

Setelah lulus sekolah menengah di Jayapura, pada 1979, Filep Karma meneruskan pendidikan tingginya ke Pulau Jawa. Dia belajar ilmu politik di Universitas Sebelas Maret, Solo, dan lulus pada 1987. Lalu kembali ke Jayapura.

Mengikuti jejak ayahnya, Filep Karma awalnya meniti karir sebagai pegawai negeri di Jayapura. Di sini dia bertemu dengan pujaan hati yang kemudian menjadi istrinya, Ratu Karel Lina, seorang perempuan Melayu-Jawa.

Dari perkawinannya dengan wanita kelahiran 1960, asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, mereka dikaruniai dua orang anak, yakni Audryne dan Andrefina. Kini, mereka masing-masing bekerja sebagai dokter gigi dan ahli farmasi.

Baca juga: Kisah Cinta Gajah Mada dengan Gadis Bali, Menguak Rahasia Aria Bebed

Karena kecerdasannya, Filep Karma mendapat beasiswa selama setahun kuliah di Asian Institute of Management, Manila, pada 1997. Ketika terbang dari Manila ke Jakarta, pada Mei 1998, dia melihat protes mahasiswa.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Ken Dedes dan Akhir Riwayat Tunggul Ametung

Senin, 23 Januari 2023 | 14:58 WIB

Ken Arok, Titisan Dewa Wisnu yang Menjadi Perampok

Jumat, 20 Januari 2023 | 11:23 WIB

5 Kekejaman Amangkurat I, Nomor 3 Paling Brutal

Senin, 21 November 2022 | 06:30 WIB
X