• Rabu, 7 Desember 2022

DN Aidit Usulkan Bung Karno Menjadi Presiden Pertama Indonesia (2-habis)

- Sabtu, 24 September 2022 | 08:25 WIB
Bung Karno. Foto: Istimewa
Bung Karno. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Peristiwa pernyataan proklamasi kemerdekaan, pada 17 Agustus 1945, bukan peristiwa yang lahir sendiri. Melainkan suatu rangkaian aktivitas revolusioner yang saling berkaitan dari tenaga-tenaga penggerak.

Tonggak dari peristiwa itu adalah kebulatan tekad untuk merdeka. Pada malam tanggal 15 Agustus 1945, akhirnya dirumuskan peristiwa penculikan terhadap Bung Karno dan Bung Hatta untuk pernyataan proklamasi itu.

Dari sejumlah tenaga penggerak yang telah disebutkan, ada beberapa nama yang hadir dalam pertemuan penting, di belakang Bacteriologisch laboratorium Pegangsaan Timur, Jakarta. Di antara sosok itu terdapat Aidit">DN Aidit.

Baca juga: DN Aidit dan Peran Tenaga Penggerak dalam Proklamasi 17 Agustus 1945 (1)

Selain Aidit, sejumlah nama lain yang ada terdiri dari Chaerul Saleh, Darwis, Johar Nur, Subadio, Margono, Sunyoto, Abubakar, E Sudewo, Wikana dan Armansyah. Agar berjalan tertib, pertemuan dipimpin Chaerul Saleh.

Pertama-tama, pertemuan mambahas situasi genting saat itu, kemudian sikap yang diambil pemuda dalam situasi genting itu, dan bagaimana cara rakyat menyatakan kemerdekaannya agar bukan menjadi kemerdekaan hadiah.

Akhirnya, pertemuan mengambil kesimpulan dengan suara bulat, bahwa kemerdekaan Indonesia yang menjadi hak rakyat Indonesia harus dinyatakan dengan jalan proklamasi dan disampaikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Baca juga: Kisah Rasuna Said Dipenjara Belanda karena Menolak Bujukan Daniel van der Meulen

Dalam pertemuan itu, Aidit">DN Aidit bahkan bertindak lebih jauh, dia mengusulkan agar Bung Karno ditetapkan sebagai Presiden Indonesia yang pertama. Pertemuan itu, lalu mengutus Wikana, Aidit, Subadio, dan Suroto Kunto.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Kekejaman Amangkurat I, Nomor 3 Paling Brutal

Senin, 21 November 2022 | 06:30 WIB
X