• Senin, 8 Agustus 2022

Hari Raya Idul Adha 1962, Presiden Soekarno Ditembak dari Jarak 5 Meter saat Sedang Salat

- Minggu, 10 Juli 2022 | 07:20 WIB
Presiden Soekarno saat salat Idul Adha 1962. Foto: Istimewa
Presiden Soekarno saat salat Idul Adha 1962. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Hari Raya Idul Adha 1381 H atau Mei 1962. Saat itu, Presiden Soekarno salat di lapangan rumput antara Istana Negara dan Istana Presiden. Tiba-tiba seorang pria berdiri menembak. Dor!

Tembakan itu luput. Padahal, jarak penembak itu dengan Soekarno sangat dekat, hanya 5 meter. Tetapi, saat tengah membidik Soekarno, si penembak mengaku tiba-tiba matanya rabun.

Dia melihat Presiden Soekarno seolah menjadi dua orang. Karena penglihatan yang rabun itu, dia menjadi bingung untuk menembak. Tembakannya pun meleset mengenai Bung Karno.

Baca juga: DN Aidit, Gembong PKI yang Pandai Menghafal Alquran

Tetapi nahas, menyerempet bahu kiri Ketua DPR Zainul Arifin dari NU yang mengimami salat. Setahun setelah penembakan itu, Zainul Arifin meninggal dunia. Peristiwa ini menimbulkan kesedihan mendalam.

Upaya pembunuhan terhadap Presiden Soekarno sudah berkali-kali. Dia pernah dilempar granat, hingga dibidik pesawat tempur MIG 15. Namun yang terparah adalah penembakan saat sedang salat Idul Adha itu.

Sedang pelaku penembakan divonis mati. Namun, saat berkas disodorkan kepada Bung Karno untuk diteken, Bung Karno tidak sampai hati, karena pembunuhnya yang sebenarnya adalah orang-orang terpelajar ultrafanatik.

Baca juga: Film Janur Kuning Propaganda Orde Baru Tonjolkan Peran Soeharto Hapus Klaim Sultan

Seorang kiai pemimpin pondok pesantren di Bogor, Jawa Barat, H Moch Bachrum, lalu disebut-sebut sebagai otak yang mengatur dan memerintahkan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno, saat salat Idul Adha 1962.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X