• Jumat, 7 Oktober 2022

Kisah Pedih Jaya Suprana Jadi Korban G30S, Ayahnya Diculik Tengah Malam pada Oktober 1965

- Minggu, 5 Juni 2022 | 07:50 WIB
Tentara tampak membawa sejumlah orang diduga anggota dan simpatisan PKI yang terlibat G30S. Foto: Istimewa
Tentara tampak membawa sejumlah orang diduga anggota dan simpatisan PKI yang terlibat G30S. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Pembunuhan massal anggota dan simpatisan PKI, pada 1965-1966, membawa duka mendalam. Duka ini, juga dirasakan oleh Prof Dr Jaya Suprana. Siapa sangka, ayah kandung pendiri MURI ini hilang diculik dan tidak pernah kembali lagi.

Kisah kelam itu, dibagikan Jaya Suprana dalam buku Naskah-naskah Kemanusiaan. Dalam satu bab khusus, Polemik Maaf, dia menuliskan kenangannya tersebut. Berikut ulasan singkat Harian Massa.

Dia memulai kisah pedihnya itu pada 1965. Saat itu, dirinya sudah memasuki usia remaja. Meski demikian, dia mengaku tidak tertarik dengan kegiatan politik, sehingga sering dicemooh sebagai apolitik, bahkan orang yang asosial.

Baca juga: Tragedi Awal Kemerdekaan, Pembunuhan 653 Warga Cina Benteng di Tangerang

"Kebetulan saya bersekolah di sekolah dengan kepala sekolah aktivis Baperki yang dianggap sekelompok dengan PKI. Pada awal Oktober 1965, sekolah saya ikut dirusak oleh massa anti PKI," katanya, seperti dikutip pada halaman 52.

Setelah itu, sekolahnya dialih fungsikan sebagai kamp konsentrasi bagi mereka yang dianggap antek PKI. Kegiatan sekolah pun dipindah ke tempat parkir motor sebuah gedung bioskop dengan cara bergiliran dua hari sekali.

Tidak hanya bapaknya, saudara dan teman-temannya juga banyak yang hilang diculik tentara dan tidak pernah kembali.

Baca juga: Banjir Darah di Tanah Mataram, Amangkurat I Bunuh 6.000 Ulama Islam dalam Waktu 30 Menit

"Pada masa kacau balau itu, cukup banyak sanak saudara saya ikut hilang tanpa bekas akibat diculik oleh entah siapa saja. Mereka dilenyapkan, padahal mereka bukan anggota PKI," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Entong Gendut dan Riwayat Pemberontakan Condet 1916

Selasa, 6 September 2022 | 08:45 WIB
X