• Selasa, 28 Juni 2022

Hedonisme Masyarakat Jawa masa Majapahit, Suka Mabuk-mabukan dan Berbuat Zina

- Jumat, 27 Mei 2022 | 07:30 WIB
Ilustrasi masyarakat Jawa masa Majapahit. Foto: Istimewa
Ilustrasi masyarakat Jawa masa Majapahit. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Masyarakat Jawa pernah hidup dalam hedonisme. Periode itu terjadi saat zaman Majapahit sebelum masuknya Islam. Inilah periode gelap, dalam sejarah awal perkembangan agama di Nusantara.

Harian Massa akan mengulas singkat periode tersebut, dan bagaimana ajaran itu akhirnya bisa ditangkal dengan Islam. Sehingga, masyarakat Jawa bisa diselamatkan dari kehidupan yang sangat merusak. Berikut ulasannya.

Sepanjang sejarah umat manusia, tidak ada filsafat moral yang lebih mudah dimengerti dan akibatnya tersebar luas seperti hedonisme. Pandangan filsafat ini pun telah berkembang jauh sejak sejarah filsafat dicatat.

Baca juga: Gerakan Samin Menolak Membayar Pajak ke Pemerintah Kolonial Belanda (1)

Dalam menjawab pertanyaan, apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia? Para pengikut hedonisme akan menjawab singkat, kesenangan. Filsafat hedonisme telah ditemukan pada masa Aristippos dari Kyrene (433-355 SM).

Aristippos adalah salah seorang murid Socrates. Sedang di Jawa, hedonisme telah ada sejak zaman Majapahit.

Saat itu, sebagian besar masyarakat Majapahit masih menganut agama Hindu. Ajaran agama Hindu sendiri memiliki banyak sekte, seperti juga dalam Islam. Salah satu sektenya adalah Hindu Tantrik.

Baca juga: Gerakan Samin Menolak Membayar Pajak Pemerintah Kolonial Belanda (2)

Ajaran Hindu Tantrik, secara garis besar sama dengan hedonisme. Dalam ajaran itu, dijelaskan tujuan hidup manusia adalah mencari kebahagiaan dan menghindari penderitaan. Adapun sumber penderitaan adalah hawa nafsu.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X