• Selasa, 28 Juni 2022

Gerakan Samin Menolak Membayar Pajak ke Pemerintah Kolonial Belanda (1)

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:50 WIB
Samin Surontiko. Foto: Istimewa
Samin Surontiko. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Jika di India ada Mahatma Gandhi dan di Afrika Selatan ada Nelson Mandela yang memimpin gerakan perlawanan tanpa kekerasan. Maka di Indonesia, kita mengenal gerakan Samin yang dipimpin Samin Surontiko.

Gerakan Samin, telah dirintis sejak tahun 1890-an. Dimulai dari seorang petani Jawa yang bernama Samin Surontiko. Nama Samin Surontiko sebenarnya bukan nama sebenarnya. Nama aslinya adalah Raden Kohar.

Nama itu lalu diubahnya menjadi Samin. Kemudian, setelah dia menjadi guru kebatinan, namanya diubah lagi menjadi Samin Surontiko atau Samin Surosentiko. Pengikutnya kemudian disebut dengan Wong Sikep atau Orang Samin.

Baca juga: Sejarah Islam: Pemukiman Muslim di Barus Ada Sejak Zaman Rasulullah

Sebelum lebih jauh mengulas Gerakan Samin, baiknya dikenalkan terlebih dahulu siapa sosok pembawa ajaran itu.

Raden Kohar alias Samin Surontiko lahir di Desa Ploso Kadiren, Randublatung, Blora, pada 1859. Ayahnya bernama Raden Surowijaya yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Dia memiliki pertalian darah dengan Kiai Ketidi Rajegowes.

Dengan demikian, dia juga memiliki pertalian darah dengan Pangeran Kusumaningayu alias Raden Mas Adipati Brotodiningrat yang memerintah Kabupaten Sumoroto, pada 1802-1826, kini berada di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Baca juga: Legenda Sakerah, Musuh Nomor 1 Belanda yang Tewas Dihukum Gantung

Ada juga yang menyebutkan, Samin Surontiko sebenarnya tidak pernah pergi kemana-mana. Dia bahkan dikabarkan buta huruf, tetapi memiliki pengetahuan yang baik tentang wayang. Sejak kecil, dia menganggap dirinya sebagai Bima.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X