• Jumat, 7 Oktober 2022

Al Hallaj, Ulama Persia yang Dihukum Gantung dan Mayatnya Dipotong-potong

- Senin, 11 April 2022 | 07:25 WIB
Al Hallaj dihukum gantung. Foto: Istimewa/Harianmassa.id
Al Hallaj dihukum gantung. Foto: Istimewa/Harianmassa.id

HARIAN MASSA - Nama lengkapnya Abul Mughits bin Mansur Al Hallaj. Namun, banyak orang mengenalnya Al Hallaj yang berarti pemangkas bulu domba. Kisah Al Hallaj sangat tidak asing di Indonesia.

Tetapi, tidak sedikit yang masih samar-samar mengenalnya. Demikian, dalam kajian Islam kali ini, Harian Massa akan membahas sosok ulama yang terkenal dengan ajarannya ittihad dan wihdatul wujud itu.

Al Hallaj memiliki banyak julukan. Di India, orang-orangnya menyebutnya Abul Mughits, di China Abul Muin, di Khurasan Abul Muhr, di Fars Abu Abdullah, di Khuzistan Al Hallaj, di Baghdad Mustaslim, dan di Bashrah Mukhabar.

Baca juga: Sejarah Islam: Pemukiman Muslim di Barus Ada Sejak Zaman Rasulullah

Dalam perjalannya, Al Hallaj bernasib tragis. Dia dianggap sesat dan akhirnya dihukum mati, pada 28 Maret 913 Masehi.

Al Hallaj lahir pada 244 Hijiriah atau 858 Masehi, di Kota Baidha, Persia. Masa kecilnya dihabiskan di Kota Wasit yang dekat dengan Baghdad. Di kawasan ini, dia menghabiskan waktunya hingga 16 tahun.

Masuk usia remaja, dia mulai belajar ilmu agama dengan seorang tokoh sufi besar bernama Sahl bin Abdullah Al Tustur di Ahwaz. Dari sana, dia belajar kembali dengan Al Junaid di Baghdad dan telah ibadah haji sebanyak tiga kali.

Baca juga: 3 Teori Penting Sejarah Awal Masuknya Islam di Indonesia, Mulai Abad 7 hingga 13 Masehi

Setelah mantap dengan ilmu agamanya, Al Hallaj mulai melakukan dakwah ke sejumlah negara. Kata-katanya yang sangat dikenal adalah Anna Al Haq. Dari sejumlah negara yang dikunjunginya, dia kerap mendapat penolakan.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Entong Gendut dan Riwayat Pemberontakan Condet 1916

Selasa, 6 September 2022 | 08:45 WIB
X