• Sabtu, 21 Mei 2022

Sejarah Islam: Pemukiman Muslim di Barus Ada Sejak Zaman Rasulullah

- Rabu, 6 April 2022 | 07:55 WIB
Pemakaman tua di Barus. Foto: Istimewa/Harianmassa.id
Pemakaman tua di Barus. Foto: Istimewa/Harianmassa.id

HARIAN MASSA - Islam pertama masuk ke Nusantara, pada tahun-tahun awal hijiriah, di abad ke-7 dan 8 Masehi. Dibawa oleh para pedagang Arab, melalui Pantai Barat Sumatera Utara, tepatnya di Tapanuli Tengah.

Menurut peneliti gabungan dari Ecole Francaise dExtreme-Orient (EFEO) Prancis dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN), Islam singgah ke Nusantara melalui Barus, pada abad ke-7, saat Rasulullah masih hidup.

Bukti arkeologis yang memperkuat barus sebagai kota pertama masuknya Islam di Nusantara adalah ditemukannya makam Syekh Rukunuddin yang wafat pada 672 Masehi atau 46 Hijirah, di Kompleks Pemakaman Mahligai.

Baca juga: 3 Teori Penting Sejarah Awal Masuknya Islam di Indonesia, Mulai Abad 7 hingga 13 Masehi

"Penemuan batu nisan tersebut dijadikan dasar untuk memperkuat dugaan bahwa Islam telah menjangkau Nusantara sejak awal kelahirannya, sejak didakwahkan Rasulullah SAW," tulis Rizem Aizid, dalam Islam">Sejarah Islam Nusantara, hal 51.

Selain batu nisan Syekh Rukunuddin, masih ada sekian ratus bukti arkeologis lainnya yang memperkuat Barus sebagai pintu masuk Islam ke Nusantara. Bahkan, Barus menjadi pemukiman Muslim Arab pertama di Nusantara.

Gelombang masuknya Islam ke Barus, berlangsung jauh sebelum Dinasti Sisingamangaraja, di pertengahan tahun 1500. Saat kota itu masih menjadi kota pelabuhan besar di Sumatera Utara, dengan hasil bumi kapur barus dan kemenyan.

Baca juga: Henri MacLaine Pont, Arsitek Kelahiran Jatinegara di Balik Penetapan Ibu Kota Majapahit

Nama Barus sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, dan China.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X