• Selasa, 28 Juni 2022

DN Aidit, Gembong PKI yang Pandai Menghafal Alquran

- Senin, 4 April 2022 | 07:15 WIB
DN Aidit. Foto: Istimewa
DN Aidit. Foto: Istimewa

Aidit lahir di Belitung, Sumatera Selatan, pada 30 Juli 1923. Dia anak sulung dari 6 bersaudara yang dua diantaranya adalah adik tiri. Ayahnya Abdullah Aidit merupakan seorang Mantri Kehutanan dan ibunya Mailan.

Tidak seperti orang komunis kebanyakan, Aidit berasal dari keluarga kaya. Namun, pergaulannya sangat luas.

Baca juga: Tan Jing Sing, Sosok di Balik Kembalinya Takhta Sultan Hamengku Buwono III

Karir Aidit mulai melejit di akhir 1950, saat dia sukses menyingkirkan tokoh-tokoh komunis tua dari partai. Tidak hanya itu, dia juga berhasil menggeser kiblat komunis dari Rusia ke RRC. Caranya membangun PKI sangat militan.

Dia membangun sel-sel hingga massa bawah, membentuk berbagai organisasi mantel, dan menempatkan kadernya dalam sejumlah organisasi profesi, serta di tubuh militer. Bahkan juga menyusup ke tubuh-tubuh partai lain.

Dalam partai, dia menjabat sebagai Ketua Komite Sentral (CC) PKI. Di pemerintahan, dia menjabat sebagai Menteri Koordinator dan Wakil Ketua MPRS. Saat pecah G30S 1965, Aidit melarikan diri dari Jakarta.

Dia kabur ke Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kemudian tertangkap di Solo, dan ditembak mati disuatu tempat di Jawa Tengah oleh pasukan yang dipimpin Kolonel Yasir Hadibroto. Sampai di sini ulasan Harian Massa, semoga berguna.


Sumber tulisan:
1. Salim Haji Said, Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto, Mizan, 2018.
2. Dua Wajah Dipa Nusantara Aidit, KPG bekerjasama dengan Majalah Tempo, 2010.
3. Floriberta Aning S, 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia, Narasi, 2005.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X