• Sabtu, 2 Juli 2022

Ternyata Istilah Tarawih Tidak Dikenal Nabi Muhammad SAW

- Minggu, 3 April 2022 | 07:55 WIB
Ilustrasi salat. Foto: Istimewa
Ilustrasi salat. Foto: Istimewa

Bisa jadi itulah kenapa salat ini disebut dengan tarawih, karena pelaksanaannya di zaman ini imam banyak memberikan banyak tarwiih alias istirahat untuk para makmum di setiap selesai 2 rakaat.

Hal ini berarti jika salat dikerjakan enggan 18 rakaat, mereka mendapatkan 9 kali tarwiih. Dan kalau salat itu dikerjakan dengan 20 rakaat, maka tarwiih yang ada menjadi 10 kali tarwiih. Apalagi jika ditambah witir 2 rakaat plus 1 rakaat.

Baca juga: Masuknya Islam ke Indonesia, Tinjauan Empat Teori dari Makkah hingga Cina

Dengan demikian, maka tarwiih menjadi 12 kali. Maka itu, salat ini dinamakan salat tarawih, karena di dalamnya imam memberikan banyak tarwiih alias istirahat di setiap selesai salam.

Tidak istilah tarawih, jumlah rakaat pada salat tarawih juga sebenarnya tidak ada ketetapan. Namun, ada yang menyebut 8 rakaat, 20 rakaat, bahkan lebih. Hal ini mengacu dari Rasulullah yang juga salat dengan rakaat bervariasi.

Maka itu, banyak ulama yang sampai saat ini juga berselisih tentang jumlah rakaat tarawih yang benar dan sesuai.

Baca juga: Sultanah Malikah Nahrasiyah, Mercusuar Kerajaan Islam Samudera Pasai di Asia Tenggara

Yang mengejutkan lagi, ternyata Rasulullah juga tidak pernah salat tarawih berjamaah di masjid Nabawi bersama para sahabat, kecuali hanya 3 malam saja. Rasulullah lebih banyak melaksanan qiyam ramadhan di rumah.

Sumber tulisan:
Ahmad Zarkasih, Sejarah Tarawih, Buku Elektronik.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X