• Sabtu, 21 Mei 2022

Ternyata Istilah Tarawih Tidak Dikenal Nabi Muhammad SAW

- Minggu, 3 April 2022 | 07:55 WIB
Ilustrasi salat. Foto: Istimewa
Ilustrasi salat. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Tidak banyak yang tahu, ternyata istilah tarawih tidak dikenal oleh Nabi Muhammad SAW. Kata itu adalah bentuk plural atau jamak dari tarwiih, bentuk masdar dari kata kerja rawwaha yurawwihu.

Adapun, Nabi Muhammad SAW memiliki istilah sendiri untuk tarawih, yakni qiyam ramadhan yang artinya penghidupan atas malam ramadhan. Maksudnya, ibadah guna menghidupkan malam-malam ramadhan.

Munculnya kata tarawih sebagai istilah untuk menyebut salat sunnah di malam ramadan seperti yang dikenal hingga hari ini, memiliki beberapa kemungkinan. Salah satunya, pada masa Umar bin al Khathtab menjabat.

Baca juga: Kisah Teladan Asmaul Husna As Salaam, Kaum Musyrikin Mengolok-olok Rasulullah

Hal ini merujuk pada riwayat Imam al Marwadzi dalam kitabnya qiyam ramadhan. Berikut petikan dari kitab itu:

Dari al Hasan rahimahullah. Umar r.a memerintahkan Ubai untuk menjadi imam pada qiyam ramadhan, dan mereka tidur di seperempat pertama malam. Lalu mengerjakan salat di 2/4 malam setelahnya.

Dan selesai di 1/4 malam terakhir, mereka pun pulang dan sahur. Mereka membaca 5 sampai 6 ayat pada setiap rakaat dan salat dengan 18 rakaat, dan memberikan mereka istirahat sekedar berwudhu, dan menunaikan hajat mereka.

Baca juga: Kisah Asmaul Husna: Budak Perempuan yang Disiksa hingga Matanya Buta

Menjadi mungkin istilah tarawih muncul pada masa ini, karena dalam riwayat di atas Ubai bin Kaab diperintah oleh Umar r.a menjadi imam qiyam ramadhan dengan bacaan 5 sampai 6 ayat di setiap rakaat dan setiap 2 rakaat istirahat.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X