• Sabtu, 21 Mei 2022

Kutukan Sunan Bonang, Ubah Desa Subur Menjadi Tandus dan Sulit Dapat Jodoh

- Minggu, 27 Maret 2022 | 07:05 WIB
Sungai Brantas. Foto: Istimewa
Sungai Brantas. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Kisah ini bercerita tentang kutukan Sunan Bonang yang sangat melegenda, dan dipercaya sebagai cerita rakyat.

Kutukan ini menimpa warga Gedhah yang sulit mencari air dan warganya sulit dapat jodoh. Kisah tersebut bermula saat Sunan Bonang dalam perjalanan mengunjungi Kediri.

Saat berada di wilayah Kertasana (Kertosono), perjalanan Sunan Bonang dengan dua orang muridnya, terhalang Sungai Brantas yang sedang banjir.

Baca juga: Kisah Teladan Asmaul Husna Al Aziz, Perahu Nabi Nuh dan Banjir Besar

Meski demikian, Sunan Bonang berhasil menyeberangi sungai itu. Setibanya di sebelah timur sungai, Sunan Bonang bertanya kepada penduduk sekitar, apakah warga desa tersebut sudah ada yang memeluk agama Islam.

Seorang warga, Ki Bandar lalu menjawab, bahwa warga desa itu sebagian besar masih memeluk agama Kalang dan memuliakan Bandung Bandawasa sebagai nabinya. Sedang yang memeluk agama Budha hanya beberapa saja.

"Jikalau demikain, seluruh masyarakat yang bermukim di sini beragama Gedhah. Gedhah berarti tidak hitam, juga tidak putih. Oleh karena itu, wilayah ini patut dinamai kota Gedhah," kata Sunan Bonang, dikutip Harian Massa, dari kitab Darmagandhul, halaman 20.

Baca juga: Suku-Suku Pengendali Cuaca di Indonesia, Padukan Ilmu Pengetahuan dan Relasi Alam

Setelah mendengar sabda Sunan Bonang, wilayah utara Kediri itu lantas dikenal dengan Gedhah. Hingga kini, wilayah itu disebut-sebut masih dinamakan Gedhah. Inilah riwayat nama wilayah itu dikenal sebagai Gedhah.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X