• Sabtu, 21 Mei 2022

Adian Napitupulu Pertanyakan Motif Fadli Zon Tonjolkan Peran Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949

- Kamis, 10 Maret 2022 | 07:20 WIB
Adian Napitupulu. Foto: Istimewa
Adian Napitupulu. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 kembali menjadi perbincangan hangat. Salah satu yang menjadi tema menarik dalam diskusi ini peran Soekarno-Hatta yang dianggap tidak ada. 

Seperti diketahui, pada saat terjadinya agresi militer Belanda ke 2, Soekarno-Hatta memilih tetap bertahan di Ibu Kota Jogjakarta. 

Berikutnya, Soekarno-Hatta ditangkap, pada 19 Desember 1948 oleh Belanda. Keduanya lalu dibuang Belanda ke Brastagi hingga Bangka.

Baca juga: Tidak Ada Nama Soeharto dalam Keppres Nomor 2 Tahun 2022

Beberapa waktu sebelum Soekarno-Hatta ditangkap, mereka sempat memberikan mandat kepada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Tidak hanya itu, Soekarno-Hatta juga telah mempersiapkan rencana antisipasi kemungkinan terburuk dengan mempersiapkan Exile Goverment (Pemerintahan dalam pengasingan) di New Delhi India yang dipimpin oleh A.A Maramis dan Dr Soedarsono jika PDRI tidak berjalan.

Pada 22 Desember 1948, ternyata Syafruddin Prawiranegara berhasil membentuk PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia).

Berikutnya, Syafruddin Prawiranegara melalui PDRI membagi wilayah Sumatera menjadi 5 pemerintahan militer. Namun, hingga awal Mei 1949, kabinet PDRI tersebut tidak kunjung terbentuk.

Baca juga: Fadli Zon Membela Soeharto terkait Keppres Serangan Umum 1 Maret 1949

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X