• Selasa, 28 Juni 2022

Serangan Umum 1 Maret 1949 dan Pistol Owen Kesayangan Soeharto

- Rabu, 9 Maret 2022 | 07:40 WIB
Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat menerima laporan Letkol Soeharto. Foto: Istimewa/Harianmassa.id
Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat menerima laporan Letkol Soeharto. Foto: Istimewa/Harianmassa.id

"Yogya kami kuasai hingga tengah hari. Memang sejak semula kami tidak berniat untuk mendudukinya dan mempertahankannya terus. Enam saja kami duduki Yogya. Itu pun sudah cukup untuk mencapai tujuan kami," jelasnya.

Keterangan lebih rinci pertempuran itu diungkapkan Profesor University of Queensland, Australia, RE Elson dalam bukunya Suharto, Sebuah Biografi Politik. Dikatakan dia, Soeharto memimpin serangan dari barat.

Baca juga: Tidak Ada Nama Soeharto dalam Keppres Nomor 2 Tahun 2022

Yang menarik dalam keterangan itu, Soeharto memimpin serangan dengan pistol Owen kesayangannya. Dia berhasil masuk hingga ke pusat kota di perbatasan Jalan Malioboro, untuk menyokong pasukan yang telah menyusup.

Menurut keterangan resmi Divisi Diponegoro, Kota Yogya saat itu diserang dari empat penjuru. Pasukan dari SWK 102 masuk dari arah selatan dipimpin oleh Mayor Sarjono. Pasukan SWK 103 dari barat dipimpin Letkol Suhud.

Sedang pasukan SWK 104 dari arah utara dipimpin oleh Mayor Sukasno, dan Pasukan SWK 105 khusus menduduki Tanjungtirto, untuk mengisolir pasukan Belanda agar tidak dapat menggabungkan diri dengan pasukan lainnya.

Baca juga: Pemerintah Tidak Hilangkan Peran Soeharto dalam Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

Tidak ketinggalan Kompi 100 pasukan Kahar Moezzakar dan dari arah timur ada pasukan yang dipimpin Mayor Koesno.

Sementara Komandan Brigade X, Letnan Kolonel Soeharto selaku pimpinan umum datang dari arah barat, dengan menempatkan poskonya di Koentjen. Melalui Notojoedan, dia tampak bersenjata kan sepucuk Owen Gun MK 142.

Yang menarik juga, pasukan penyerang ini bercirikan janur kuning yang dikenakan pada leher, kepala, atau lengan. Pemakaian janur kuning ini, selain mudah didapat juga diambil berdasarkan dalam cerita Anoman Obong.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X