• Senin, 28 November 2022

Pemerintah Tidak Hilangkan Peran Soeharto dalam Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

- Minggu, 6 Maret 2022 | 08:40 WIB
Soeharto. Foto: Istimewa
Soeharto. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Pemerintah tidak menghilangkan peran Soeharto dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1948 dalam buku sejarah. 

Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 Mahfud MD.

Menurutnya, tidak disebutnya nama Presiden RI kedua Soeharto di Keppres No 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara, bukan untuk menghapus peran Soeharto dalam sejarah Indonesia. 

Baca juga: Tidak Ada Nama Soeharto dalam Keppres Nomor 2 Tahun 2022

Tetapi karena tidak mungkin menyebut semua tokoh yang terlibat di dalam peristiwa itu melalui Keppres No 2 Tahun 2022. 

"Ini bukan buku sejarah, melainkan keppres tentang moment krusial dalam perjalanan sejarah. Pelaku dan peristiwa sejarahnya yang kronologis masih tertulis utuh di Naskah Akademik Kepres tersebut," jelasnya, dikutip dari Instagram @mohmahfudmd, Minggu (6/3/2022).

Adapun yang membuat Keppres itu menjadi polemik ada pada konsiderans 3 Keppres tersebut yang tidak menyebut nama Soeharto.

Baca juga: Setia sampai Akhir, Mengenang Pejuang Terkasih Robert Wolter Mongisidi

Disebutkan, Serangan Umum 1 Maret 1949 digagas Raja Yogya yang  juga Menhan, yakni Sultan HB IX, dikomandoi oleh Panglima TNI Soedirman, disetujui dan digerakkan Presiden dan Wapres Soekarno-Hatta.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Kekejaman Amangkurat I, Nomor 3 Paling Brutal

Senin, 21 November 2022 | 06:30 WIB
X