• Kamis, 18 Agustus 2022

Kisah Bilal bin Rabah Mengumandangkan Azan di Atas Kabah

- Jumat, 25 Februari 2022 | 07:05 WIB
Ilustrasi Bilal bin Rabah. Foto: Istimewa
Ilustrasi Bilal bin Rabah. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Menyinggung azan, berarti mengenang sahabat Rasulullah, Bilal bin Rabah. Kisah budak merdeka, muazin Rasulullah yang mengguncang para penyembah berhala ini selalu menarik untuk diikuti.

Demikian Harian Massa akan mengulas sosok Bilal bin Rabah, pada Jumat 25 Februari 2022 ini untuk para pembaca.

Kisah Bilal memang sudah tidak asing bagi umat Islam. Dia bahkan telah menjelma menjadi simbol perlawanan. Bilal dilahirkan di daerah Sarah, dari seorang ayah bernama Rabah dan ibu bernama Hamamah, budak berkulit hitam.

Baca juga: Kisah Teladan Asmaul Husna Al Qudduus, Pengorbanan Seorang Ismail

Keluarga Bilal tinggal di Makkah. Bilal kecil, kerap dipanggil sebagai Ibnu Sauda atau anaknya seorang budak hitam.

Saat ayahnya meninggal, dia berwasiat menitipkan Bilal kecil sebagai budak milik anak-anak yatim dari Bani Abdid Daar kepada Umayyah bin Khalaf yang merupakan salah seorang pemuka kafir Quraisy.

Ketika Rasulullah mengumandangkan Islam di Makkah, Bilal termasuk dalam orang yang pertama-tama masuk agama itu. Yang pertama sekali sudah tentu Khadijah binti Khuwailid, Umul Mukminim. Lalu Abu Bakar ash Shiddiq.

Baca juga: Wirid Harian Imam Al Ghazali yang Datangkan Keberkahan dan Kemudahan

Selanjutnya Ali bin Abi Thalib, Ammar bin Yasir beserta ibunya Sumayyah, Shuhaib ar Rumi, dan Miqdad bin al Aswad.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X