• Senin, 8 Agustus 2022

Wabah Penyakit Patek di Ciputat, dr J Leimena Sampai Lakukan Penyuluhan

- Jumat, 18 Februari 2022 | 07:55 WIB
Dr. Kodijat sedang memberikan penyuluhan terhadap masyarakat. Foto: Istimewa
Dr. Kodijat sedang memberikan penyuluhan terhadap masyarakat. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Penyakit patek atau framboesia pernah mewabah di Indonesia. Penyakit ini memiliki banyak nama di Indonesia dan dunia. Seperti patek, puru, boba, parang nambi di Indonesia, dan Yaws di Inggris.

Penyakit ini disebabkan oleh jasad-jasad renik jenis treponema. Penyakit ini merupakan penyakit kulit dan tulang yang umumnya diderita masyarakat kurang mampu di daerah tropika. Penyakit ini cepat menular dan sangat berbahaya.

Salah satu wilayah Indonesia yang pernah terjangkit wabah penyakit ini adalah Ciputat. Saking berbahayanya penyakit ini, Menkes dr J Leimena dan perwakilan dari Unicef sampai melakukan penyuluhan di Poliklinik Ciputat.

Baca juga: Syekh Ahmad Khatib, Ulama Nusantara yang Dihormati Menjadi Imam Besar di Masjidil Haram

Dikutip dari Instagram tangerang_heritage.new, tampak foto puluhan hingga ratusan orang mengikuti penyuluhan panyakit patek itu. Penyuluhan ini penting agar warga tidak semakin banyak yang tertular patek.

Menurut para ahli, penyakit patek disebabkan oleh kuman yang sangat berbahaya, karena memiliki penularan yang cepat bagi masyarakat. Namun, penyakit ini tidak menyebabkan kematin, seperti penyakit menular lainnya.

Menkes dr J Leimena dan perwakilan dari Unicef. Foto: Istimewa

Penderita penyakit patek memiliki tanda bercak-bercak di tubuh seperti panu, dan kalau dicubit di penderita tidak akan merasakan sakit. Penyakit ini juga mengakibatkan luka-luka atau koreng yang dapat menyebar kesekujur tubuh.

Baca juga: Setia sampai Akhir, Mengenang Pejuang Terkasih Robert Wolter Mongisidi

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X