• Selasa, 9 Agustus 2022

Setia sampai Akhir, Mengenang Pejuang Terkasih Robert Wolter Mongisidi

- Senin, 14 Februari 2022 | 07:40 WIB
Presiden Soekarno bersama keluarga Wolter Mongisidi. Foto: Istimewa
Presiden Soekarno bersama keluarga Wolter Mongisidi. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Setiap tanggal 14 Februari, masyarakat terutama kaum muda, merayakan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. Peringatan ini, kerap diwarnai dengan pemberian penghargaan terhadap orang yang dicintai.

Maka itu, sangat tepat jika peringatan Valentine tahun ini, kita mengenang sosok terkasih bangsa ini, Robert Mongisidi.

Robert Wolter Mongisidi, merupakan salah satu pahlawan Indonesia sejati. Karena perjuangannya, dia dijatuhi hukuman mati oleh Belanda, dan akhirnya ditembak mati. Dia dianugerahi Bintang Maha Putra dan Pahlawan Nasional.

Baca juga: Bikin Merinding! Pesan dari Dalam Kubur Kiai Bisri kepada Anaknya Gus Mus

Saat ditembak mati di Pacinang, Makassar, pada 5 September 1949, usia Mongisidi masih sangat muda, baru 24 tahun.

Ada yang mencatat, bahwa beberapa menit sebelum dieksekusi, pemimpin gerilya yang sangat ditakuti oleh tentara Belanda itu telah memberikan maafnya kepada regu serdadu yang bertugas menghabisi nyawanya.

Dalam surat terakhir yang ditulisnya empat hari sebelum ditembak mati, kepada seorang gadis di Jakarta bernama Mily Ratulangi, dia menulis sebaris puisi, "sebagai bunga yang sedang mekar, digugurkan oleh angin yang keras."

Baca juga: Penulis Favorit yang Membentuk Karakter Kerakyatan Pramoedya Ananta Toer

Robert Mongisidi lahir di Manado, pada 14 Februari 1925. Nama lengkapnya adalah Robert Wolter Mongisidi. Dia merupakan anak ketiga dari Petrus Mongisidi yang memiliki 11 orang anak.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X