• Jumat, 19 Agustus 2022

3 Teori Penting Sejarah Awal Masuknya Islam di Indonesia, Mulai Abad 7 hingga 13 Masehi

- Rabu, 19 Januari 2022 | 07:25 WIB
Ilustrasi perkembangan agama Islam. Foto: Istimewa
Ilustrasi perkembangan agama Islam. Foto: Istimewa

Selain ada dalam catatan Tionghoa, kata Ta-shih juga disebut-sebut dalam catatan Jepang yang bercerita tentang perjalanan seorang biarawan Kanshin (748 M) yang menemukan Ta-shih-Kuo dan perahu Po-sse di Khanfu (Kanton).

Menurut Rita Rose Di Meglio, kata Po-sse dapat diidentifikasi sebagai orang keturunan Melayu, tetapi Ta-shih hanya orang-orang keturunan Arab dan Persia. Dia juga menyebut, tidak ada orang Muslim lain diwaktu itu selain mereka.

Baca juga: Sultanah Malikah Nahrasiyah, Mercusuar Kerajaan Islam Samudera Pasai di Asia Tenggara

Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa Ta-shih berada di Palembang atau Kuala Brang yang berjarak 25 mil dari Sungai Trengganu. Catatan lain menyebutkan, kedatangan Islam ke Nusantara melalui jalur perdagangan.

Hubungan dagang laut antara bagian timur dan barat Asia, terjadi karena tiga dinasti kuat, yakni Kekhalifahan Umayah (660-749 M) di Asia Barat, Dinasti Tang (618-907 M) di Asia Timur, dan Kerajaan Sriwijaya (7-14 M) di Asia Tenggara.

Teori kedua dan ketiga menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia, pada abad ke-11 dan ke-13 M. Menurut teori kedua, ada tiga bukti sejarah yang dikedepankan bahwa sejarah Islam masuk ke Indonesia terjadi di abad ke-11.

Baca juga: Cerita Nyai Dasima dan Kisah Pergundikan yang Dibalut Sentimen Anti Islam

1. Sejarah Dinasti Yuan (1280-1376) yang melaporkan pertemuan duta Cina dengan dua orang menteri dari Kerajaan Samudera Pasai yang penduduknya sudah beragama Islam.

2. Laporan Marco Polo, seorang perantau dari Venesia (Italia), pada tahun 1292 Masehi. Saat itu, Marco Polo tertahan selama 5 bulan lamanya di Kerajaan Samudera Pasai yang penduduknya sudah beragama Islam semua.

3. Ying Yai Sheng Lan atau laporan-laporan umum tentang pantau-pantai lautan, merupakan laporan yang ditulis oleh seorang Cina Muslim bernama Ma Huan dan diterbitkan pada tahun 1416.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X