• Selasa, 16 Agustus 2022

Sultanah Malikah Nahrasiyah, Mercusuar Kerajaan Islam Samudera Pasai di Asia Tenggara

- Rabu, 22 Desember 2021 | 09:20 WIB
Sultanah Malikah Nahrasiyah. Foto: Istimewa
Sultanah Malikah Nahrasiyah. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Peringatan Hari Ibu yang jatuh, pada 22 Desember hari ini, mengingatkan kita akan kebangunan wanita di Indonesia. 

Dalam catatan sejarah, kebangunan wanita di Indonesia telah dimulai sejak 1406 Masehi, saat Sultanah Malikah Nahrasiyah memimpin dan memerintah Kesultanan Samudera Pasai, pada 1406-1428 Masehi.

Sultanah Malikah Nahrasiyah atau Sultan Nahrisyah merupakan putri dari Sultan Zainal Abidin bin Ahmad bin Muhammad bin Al-Malik Ash-Shahih, yang mangkat pada 831 H/1428 M.

Baca juga: Perawan Desa, Karya Sastra yang Hilang Karangan WR Supratman Diterbitkan Ulang

Sultan Nahrisyah juga dicatat sebagai Sultanah perempuan pertama di Asia Tenggara memerintah dengan sifat keibuan, serta kasih sayang.

Pada masa pemerintahan Sultanah Malikah Nahrasiyah, penyebaran agama Islam tumbuh pesat. Dia bagaikan mencusuar syiar Islam dan juga bintang yang membuat Kesultanan Samudera Pasai berjaya. 

Pada masa pemerintahannya, harkat dan martabat perempuan begitu mulia. Perempuan tidak hanya menjadi perabotan rumah tangga, tetapi terlibat aktif dalam penyebaran Islam, bahkan menjadi penyiar agama.

Baca juga: Cerita Rakyat: Asal Usul Gunung Semeru dan Air Suci Tirta Kamandalu

Tidak hanya itu, pada masanya juga konsep kesetaraan gender yang dikenal saat ini telah dikenalkan dan diterapkan dengan bijaksana. 

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X