• Senin, 15 Agustus 2022

Di Bawah Lentera Merah, Buku Soe Hok Gie yang Sempat Dilarang Kejaksaan Agung

- Minggu, 19 Desember 2021 | 07:40 WIB
Buku Di Bawah Lentera Merah Soe Hok Gie. Foto: Istimewa
Buku Di Bawah Lentera Merah Soe Hok Gie. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Di Bawah Lentera Merah merupakan buku karangan Soe Hok Gie yang cukup penting dalam literatur Indonesia modern. 

Buku yang diambil dari skripsi Sarjana Muda, di Jurusan Sejaran, Fakultas Sastra, Univesitas Indonesia (UI) ini meneliti pergerakan awal Sarekat Islam (SI) Semarang, pada kurun waktu 1917-an. 

Sumber yang digunakan pada buku ini juga tergolong langka, karena menggunakan kliping-kliping koran tahun tahun 1917-1920. 

Baca juga: Soe Hok Gie dan Ulang Tahun yang Membeku di Puncak Mahameru

Tidak hanya itu, dalam buku tipis ini Soe Hok Gie juga melakukan wawancara langsung kepada pimpinan SI Semarang yang kemudian menjadi Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) pertama Semaoen.

Lebih jauh, Soe Hok Gie memotret gambaran PKI sebelum pecahnya pemberontakan tahun 1926-1927 yang gagal dan heroik itu.  

Baca juga: 21 Artis Meninggal di Tahun 2021, dari Penyanyi Dangdut hingga Rock

Dalam penelitiannya terhadap koran-koran lawas tahun tersebut, Soe Hok Gie bersebrangan dengan peneliti asing Harry J Benda. Menurutnya, penyebab terjadinya pemberontakan adalah kemiskinan.   

Namun sayang, buku ini dilarang oleh Kejaksaan Agung, pada 1991. Meski demikian, buku ini masih mudah didapatkan secara online.   

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X