• Sabtu, 13 Agustus 2022

Polemik Fatwa Haram Rayakan Natal Membuat Buya Hamka Mundur dari MUI

- Senin, 13 Desember 2021 | 21:26 WIB
Buya Hamka. Foto: Istimewa
Buya Hamka. Foto: Istimewa

HARIAN MASSA - Hampir setiap tahun peringatan Natal, terjadi diskusi yang tidak kunjung usai. Diskusi itu terkait larangan umat Islam merayakan Natal.

Buya Hamka, Ketua MUI pertama bahkan terpaksa mundur dari jabatannya di MUI gara-gara persoalan itu. Seperti dikutip dari buku James R. Rush, berjudul Adicerita Hamka, halaman 226.

Dijelaskan, bahwa pada bulan-bulan pertama tahun 1981, Hamka berkhutbah tentang masalah Muslim dan Natal di Masjid Alazhar Jakarta.

Baca juga: Indonesia Miliki 127 Gunung Aktif Terbanyak dan Paling Mematikan di Dunia, Ini Daftarnya

Saat itu, Hamka mengatakan, Natal merupakan aqidah umat Kristen dalam memperingati hari lahir anak Tuhan.

"Adalah kepercayaan Kristen yang memperingati hari lahir anak Tuhan. Itu adalah aqidah mereka," katanya, seperti dikutip Harian Massa, dari James R. Rush, dalam Adicerita Hamka, halaman 226, Senin (13/12/2021).

Menurutnya, orang Islam dilarang menghadiri peringatan Natal itu. Karena dengan menghadiri peringatan Natal, maka dapat digolongkan telah melakukan perbuatan musyrik dan melanggar aqidah serta tauhid dalam Islam.

Baca juga: 92 Tahun Lalu, 2.500 Orang Meninggal dan 500 Hilang saat Gempa Tsunami Flores

Pada Maret 1981, MUI lalu mengeluarkan fatwa yang ditandatangani Hamka. Fatwa itu berbunyi larangan bagi umat Islam menghadiri ibadah Natal. Pemerintah Orde Baru yang mengetahui hal ini langsung bersikap menentang.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X