• Jumat, 19 Agustus 2022

Foto Tahun 1917 Ini Bukti Tradisi Makan Anjing Tidak Pernah Punah di Tanah Batak

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:05 WIB
Foto lawas pasar anjing di Balige, Danau Toba Batak 1917. Foto: Istimewa/Twitter
Foto lawas pasar anjing di Balige, Danau Toba Batak 1917. Foto: Istimewa/Twitter

HARIAN MASSA - Bagi sebagian orang Batak, anjing dikramatkan, dan bukan untuk dimakan. Tetapi bagi yang lainnya, anjing boleh dimakan. 

Sebuah akun Twitter Potret Lawas @potretlawas, baru-baru ini berhasil menyita perhatian dengan foto Pasar Anjing di Balige Danau Toba

"Pasar anjing di Balige, dekat danau Toba, circa 1917. Dari arsip Leiden University Library," tulis akun itu, dikutip Harian Massa, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Sherina Munaf Meradang, Anjing Peliharaan Diduga Dibunuh Satpol PP untuk Wisata Halal

Di pasar itu, anjing-anjing disembelih untuk dikonsumsi secara luas di wilayah ini. Kebiasaan memakan anjing di wilayah ini sudah jadi tradisi. 

"Tradisi lama yang mulanya dianggap akan kikis seiring meluasnya ajaran Kristen di tanah Batak, namun ternyata tidak," tambahnya lagi.

W.A. Henny, pegawai kolonial di Sibolga, bahkan menulis dalam nota perjalanan ke Sigumpolon dan Silindung, Maret-April 1858, bahwa tidak hanya anjing. Orang Batak juga pemakan segala, ular, tikus, kalong. 

Baca juga: Bela Canon, Sherina Munaf Dikirimi Gambar-gambar Anjing Pasar Tomohon

"Orang-orang Batak memakan segala. Ular, tikus, hingga kalong. Babi dan anjing juga dipelihara dalam jumlah banyak untuk dimakan, terutama yang kedua itu," katanya, masih dari unggahan @potretlawas.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X