• Jumat, 12 Agustus 2022

Ulasan Prof Robinson Ini Ungkap Kekejaman DI/TII di Soroako Sulawesi Selatan

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 05:10 WIB
Kahar Muzakkar. Foto: Facebook
Kahar Muzakkar. Foto: Facebook

HARIAN MASSA - Hampir setiap tahun, dibulan September dan Oktober, bangsa ini mengenang sejarah kelamnya. Yakni, pembantaian 7 Jenderal TNI AD yang diikuti 500-3 juta anggota dan simpatisan PKI

Narasi yang dibangun selalu sama, kiri dan komunis berbahaya. Tetapi, sebenarnya ada yang kelewat, yakni DI/TII yang sama ganasnya.

Tulisan jurnalis dan peneliti lepas Made Supriatma ini bisa cukup menarik dijadikan bahan renungan. Bahwa, yang fanatik selalu buruk.

Baca juga: Kisah Muram di Balik Lukisan Misbach Tamrin tentang Pembantaian Massal PKI di Jawa dan Bali

Dimulai dengan tulisan pendek Prof Kathryn Robinson yang mengulas memori dan pengalaman orang-orang yang hidup di bawah DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) di Soroako, Sulawesi Selatan.

Kemenangan Taliban di Afghanistan, tulis Prof Robinson, membawa kembali memori bagaimana hidup di bawah DI/TII. Hal ini jelas lebih relevan ketimbang isu gorengan komunis yang dimainkan setiap tahun.

Gerakan DI/TII dimulai di Jawa Barat oleh seorang Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo. Gerakan ini didirikan, pada 7 Agustus 1949.

Baca juga: Perubahan Sikap Hercules Setelah Mempelajari Agama Islam, Rajin Puasa dan Sedekah Anak Yatim

Kartosuwiryo ingin mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) dengan Syariah sebagai dasar hukumnya. Ia mendaulat dirinya sebagai imam.

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X