• Senin, 8 Agustus 2022

Kisah Muram di Balik Lukisan Misbach Tamrin tentang Pembantaian Massal PKI di Jawa dan Bali

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 07:50 WIB
Lukisan Misbach Tamrin berjudul Perpisahan. Foto: Facebook
Lukisan Misbach Tamrin berjudul Perpisahan. Foto: Facebook

HARIAN MASSA - Peristiwa pembantaian massal anggota dan simpatisan PKI pada 1965-1966, tidak hanya terekam dalam suara-suara lirih korban, maupun saksi. Tetapi juga melalui karya lukis sejumlah seniman kerakyatan.

Dari sederet pelukis yang aktif menyuarakan peristiwa 65 itu adalah Misbach Tamrin. Terutama, pada goretan kuasnya yang berjudul "Perpisahan." Lukisan cat minyak di atas kanvas 115 x 150 cm ini selesai dibuat pada 2007.

Ada kisah kelam dan muram di balik karya itu. Seperti diutarakan Misbach Tamrin kepada Harian Massa. Katanya, kisah yang tertuang dalam "Perpisahan" banyak diceritakan para keluarga korban pembantaian massal 1965-1966.

Baca juga: Pembantaian Massal PKI 1965-1966, Matinya 3 Petani di Depan Gereja

"Iya, kisah murung dari jemputan buat sang ayah yang dibawa para petugas militer, entah kemana, tanpa kembali lagi," kata Misbach Tamrin, kepada Harian Massa, Kamis 30 September 2021.

Dalam lukisan itu, salah satu pendiri Sanggar Bumi Tarung (SBT) ini memang tidak pernah menyebut tempat, dan waktu kejadian. Hanya sekumpulan orang yang ditahan dalam gudang, dengan posisi ketakutan dijemput tentara.

Lukisan Misbach Tamrin berjudul Perpisahan ini berdasarkan kisah nyata korban pembantaian massal 1965-1966. Foto: Facebook

"Terus terang, kejadian peristiwa pembantaian dan pengebonan tidak terjadi di tahanan daerah saya, Kalsel. Relatif tanpa kekerasan yang luar biasa, seperti di Jawa dan Bali," sambungnya.

Baca juga: Perubahan Sikap Hercules Setelah Mempelajari Agama Islam, Rajin Puasa dan Sedekah Anak Yatim

Halaman:

Editor: Ibrahim H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X